Menschliches Wachstumshormon

Kolam Renang Oevang Oeray

Pagi hari… Saat mentari masih tersipu malu menyapa bumi khatulistiwa, tawa –tawa riang dari tubuh-tubuh kecil telah menghiasi lokasi kolam renang Oevang Oeray Pontianak. Tak ada muka yang tertunduk, tak ada wajah yang tertekuk. Semuanya tampak melebarkan senyumnya bahkan hingga gigi-gigi yang menghitam tampak seutuhnya. Hmmm… Begitulah… Anak-anak SDIT Al-Karima terlihat sangat bahagia. Ada beragam ekspresi riang di sana. Lepas dan tanpa beban. Wajah-wajah mereka mengisyaratkan satu pesan :

”inilah nirwanaku”… It’s time outing class. It is very fun. Outing Class is fun. We are fun. ?

Air. Sesuatu yang selalu menghidupkan, seolah melambai-lambai tanpa henti, memanggil semua pengunjung untuk segera bercengkerama bersamanya : merenanginya hingga tubuh tergelayuti rasa lelah. Begitulah… sejak memasuki pintu gerbang depan kolam renang, hampir semua kurcaci-kurcaci al-karima tak lagi bersabar untuk segera membasahi dirinya.

Eitss… Jangan salah bukan hanya anak-anak saja yang terlihat begitu bahagia. Luapan ekspresi bahagia juga menghinggapi ”laskar pelangi” al-karima. Mereka adalah 7 orang pendidik yang selalu setia membimbing dan membersamai anak-anak di sekolah kami. Hari itu, semuanya menjadi ”lebih hidup”. Senyum selalu mengembang dari bibir-bibir yang menguncup sebelumnya. :)

Awalnya ada sebuah insiden kecil. Ada aturan yang mengharuskan ’laki-laki’ untuk membuka pakaian mereka harus rela bertelanjang dada, dan menampakkan sebagian auratnya (pusar).

Demi memperjuangkan salah satu nilai pendidikan yang kita emban. Salah seorang guru telah berusaha melobi pengelola kolam renang tersebut, agar anak laki-laki diizinkan menggunakan kaos atau singlet. Namun pihak pengelola enggan memberikannya.

Sebagai jalan tengahnya, semua anak laki-laki harus membuka ’atasan’nya dan Pak guru harus tetap mengenakan kostum lengkapnya dan harus rela tak menikmati segarnya setiap jengkal air di kolam itu.:).

Jika anak laki-laki masih diizinkan membuka sebagian auratnya itu karena usia mereka yang memang belum memasuki tahap baligh. Sehingga ada toleransi untuk itu.

Hmm…syukurnya anak perempuan berikut guru-gurunya diperkenankan berenang dengan kostum lengkapnya : baju plus jilbab dikepalanya.

Hingga 2 jam hampir terlalui, anak-anak masih terlihat enggan meninggalkan aktifitasnya. Hmm… keceriaan mereka mampu mengalahkan semua kelelahannya.

Karena proses pembelajaran berikutnya harus dilanjutkan, akhirnya kami harus meninggalkan kolam renang Oevang oeray menuju masjid raya Mujahidin Pontianak sembari mengantongi kebahagiaan di hati kami.

..

Rabu, 20 Januari 2010

Filed Under: Outing class

Tags:

Comments

No Comments

Leave a reply

Name *

Mail *

Website