<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SIT-alkarima</title>
	<atom:link href="http://sit-alkarima.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sit-alkarima.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jun 2010 04:52:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Yeach !!! Aku Jadi Pilot !!!</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/yeach-aku-jadi-pilot.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/yeach-aku-jadi-pilot.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 04:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/yeach-aku-jadi-pilot.html/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti biasanya, hanggar : tempat dimana pesawat tempur beristirahat dan memarkir diri. Pagi itu ramai dengan celotehan anak-anak SDIT AL-KARIMA Pontianak, yang sedang menikmati suasana outing class nya. ”Om, kenapa ban pesawatnya di sanggah?” ”Biar pesawatnya nggak jalan-jalan, alias nggak bergerak sendiri.” ”Om, kenapa bagian depan pesawat dibuat runcing seperti pensil?” ”Biar pesawatnya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/06/pnk8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-274" style="margin: 5px;" title="pnk8" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/06/pnk8-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Tidak seperti biasanya, hanggar : tempat dimana pesawat tempur beristirahat dan memarkir diri. Pagi itu ramai dengan celotehan anak-anak SDIT AL-KARIMA Pontianak, yang sedang menikmati suasana outing class nya.</p>
<p>”Om, kenapa ban pesawatnya di sanggah?”<br />
”Biar pesawatnya nggak jalan-jalan, alias nggak bergerak sendiri.”</p>
<p>”Om, kenapa bagian depan pesawat dibuat runcing seperti pensil?”<br />
”Biar pesawatnya bisa dengan mudah menembus udara, jadi pesawatnya bisa cepat melaju”</p>
<p>”Om, kursinya  di pesawatnya kok cuma ada dua?<br />
” Ohh..iya, namanya juga pesawat tempur, beda dengan pesawat penumpang. Itu  kursinya untuk untuk guru dan muridnya. Tapi Berbeda dengan sekolah anak-anak. Biasanya kan gurunya di depan, muridnya di belakang. Nah&#8230;dalam pendidikan pilot  di sini, Gurunya di belakang, sementara muridnya di depan. Dan belajarnya lansung di udara ” .</p>
<p>”Hmm&#8230;seru ya?!”</p>
<p>Dengan kepolosannya, anak-anak menanyakan segala sesuatu yang dilihatnya kepada salah satu instruktur yang mendampingi mereka.</p>
<p>Setelah puas mengamati setiap bagian pesawat tempur yang terparkir rapi hampir di setiap sudut hanggar.  Satu persatu anak-anak diizinkan duduk di kursi pilot pesawat hock untuk berpose manis : pasang aksi sebagaimana pilot professional..he..he..</p>
<p>Bermacam-macam ekspresi terlihat di wajah mereka. Ada yang luar biasa senang. Karena ternyata sebelumnya ada yang belum sama sekali pernah naik pesawat. Nah, kali ini mereka bisa langsung menatap sekaligus menikmati kursi panas sang pilot. Pilot pesawar tempur. Wusssssssst&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Eh ada yang ketakutan loh, seperti yang dialami Salsabila (siswi kelas 1), Ketika dipersilahkan naik dan duduk di kursi pilot, Salsa hampir menangis. Sepertinya Salsa“Fobia“ dengan ketinggian. Sebab pintu pesawatnya lumayan tinggi. Bahkan tingginya lebih dari 2 x  tinggi badan Salsa. Jadi, untuk menaikinya harus dibantu dengan beberapa anak tangga.</p>
<p>Berbeda dengan Salsa,  Ilyas (kelas III) justru merasa senang sekali bisa mengunjungi hannggar pesawat tempur, karena bisa menaiki pesawatnya, meskipun hanya beberapa saat. Karena ia bercita-cita menjadi seorang astronot, jadi saat duduk manis di kursi pilot, ia seolah-olah sedang mengarungi angkasa luar dan melihat planet-planet di sekitarnya. Wah, padahal pesawatnya hanya diam di tempat loh.  Hmm&#8230; imajinasi Ilyas keren juga ya? ??. Semoga suatu saat nanti Allah mengabulkan cita-citanya. Amiiiiiiiin.</p>
<p>Time is over.  2 jam sudah pasukan cilik AL-KARIMA menikmati outing class di hanggar LANUD SUPADIO. Mereka pun segera menaiki bis yang akan membawanya pulang ke sekolah tercinta.</p>
<p>Hanggar LANUD. SUPADIO Pontianak<br />
Rabu, 28 April 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/yeach-aku-jadi-pilot.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemungkaran Ilmu</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/kemungkaran-ilmu.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/kemungkaran-ilmu.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 12:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujih]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kewajiban penting yang diamanahkan oleh Rasulullah saw kepada kaum Muslim adalah “al amru bil ma’ruf dan al-nahyu ‘anil munkar” (memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran). Secara umum, kaum Muslim wajib mendukung tegaknya kebaikan dan melawan kemunkaran. Tugas ini wajib dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sebab, Rasulullah saw sudah mengingatkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu kewajiban penting yang diamanahkan oleh Rasulullah saw kepada kaum Muslim adalah “<em>al amru bil ma’ruf dan al-nahyu ‘anil munkar</em>” (memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran). Secara umum, kaum Muslim wajib mendukung tegaknya kebaikan dan melawan kemunkaran. Tugas ini wajib dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sebab, Rasulullah saw sudah mengingatkan, agar siapa pun jika melihat kemunkaran, maka ia harus mengubah dengan tangan, dengan lisan, atau dengan hati, sesuai kapasitasnya.  Namun, secara kolektif, umat juga diwajibkan melakukan aktivitas ini secara jama’iy. Sebab, ada hal-hal yang tidak dapat dilaksanakan secara individual (<em>fardiy</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kitabnya, Ihya’ Ulumuddin, Imam al-Ghazali menekankan, bahwa ativitas “amal ma’ruf dan nahi munkar” adalah kutub terbesar dalam urusan agama. Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi itulah, maka Allah mengutus para nabi. Jika aktivitas ‘amar ma’ruf nahi munkar’  hilang, maka syiar kenabian hilang, agama menjadi rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajelela, satu negeri akan binasa. Begitu juga  umat secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT berfirman, yang artinya: “<em>Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa Putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.</em>” (QS al-Maidah: 78-79).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, karena tidak melarang tindakan munkar diantara mereka, maka kaum Bani Israel itu dikutuk oleh Allah. Rasulullah saw juga memperingatkan: “<em>Tidaklah dari satu kaum berbuat maksiat, dan diantara mereka ada orang yang mampu untuk melawannya, tetapi dia tidak berbuat itu, melainkan hampir-hampir Allah meratakan mereka dengan azab dari sisi-Nya.</em>” (HR Abu Dawud, at-Turmudzi, dan Ibnu Majah).</p>
<p style="text-align: justify;">Juga, sabda beliau saw: “<em>Hendaklah kamu menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan memberikan kekuasaan atasmu kepada orang-orang jahat diantara kamu, dan kemudian orang-orang yang baik diantara kamu berdoa, lalu tidak dikabulkan doa mereka itu.</em>(HR al-Bazzar dan at-Thabrani).</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab itu, langkah pertama setelah menyadari begitu pentingnya melakukan perlawanan terhadap kemunkaran, adalah memahami tentang ‘kemunkaran’ itu sendiri. Yang mana yang dimaksud dengan munkar. Kemudian, setelah paham, sesuai dengan ‘fiqhul awlawiyyat’ (fiqh prioritas), dilakukan pemetaan dan skala prioritas, kemunkaran mana yang wajib diperangi terlebih dulu. Saat ini begitu banyak kemunkaran bertebaran di muka bumi. Melalui media televisi, sebagian kemunkaran itu menyelusup masuk ke pojok-pojok kamar kita, tanpa permisi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/Pengajian-anak-anak-Qiblatain-001.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-267" style="margin: 5px;" title="Pengajian anak - anak  Qiblatain 001" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/Pengajian-anak-anak-Qiblatain-001-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Tentu saja, kemunkaran terbesar dalam pandangan Islam, adalah kemunkaran di bidang aqidah Islamiyah. Yakni, kemunkaran yang mengubah dasar-dasar Islam. Inilah kemunkaran yang berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam, yang menyangkut asas-asas pokok dalam Islam. Kemunkaran jenis ini jauh lebih dahsyat dari kemunkaran di bidang amal. Dosa orang yang mengingkari kewajiban salat lima waktu, lebih besar daripada dosa orang yang meninggalkan salat karena malas, tetapi masih meyakini kewajiban salat. Dosa orang yang menjadi pelacur masih lebih ringan dibandingkan dengan orang yang mengkampanyekan paham, bahwa menjadi pelacur adalah tindakan mulia. Karena itu, adalah merupakan tindakan kemunkaran yang sangat serius, ketika seorang mahasiswi sebuah kampus Islam di Yogyakarta menerbitkan buku berjudul “Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur”.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku itu memberikan legitimasi terhadap pelacuran dan free sex. Buku seperti ini membawa misi pengaburan antara yang haq dan yang bathil. Ironinya, ketika dibedah di kampusnya, banyak sekali mahasiswa yang mendukungnya. Buku-buku, tulisan-tulisan, atau ucapan-ucapan yang keliru yang disebarkan melalui media massa juga merupakan kemunkaran yang besar, lebih dari kemunkaran amal. Pornografi adalah munkar. Tetapi, pemikiran yang menyatakan, bahwa pornografi adalah tindakan mulia, merupakan kemunkaran yang lebih besar. Pelacur jelas berdosa dengan tindakan zinanya. Tetapi, orang-orang  yang memberikan legitimasi terhadap pelacuran, jelas melakukan kemunkaran yang lebih besar daripada pelacur itu sendiri. Seorang pengasong ide liberal di Indonesia mengecam tokoh-tokoh Islam yang menilai aksi ngebor seorang penyanyi dangdut dengan menggunakan standar nilai-nilai Islam. Ia menulis dalam sebuah buku: “Agama tidak bisa “seenak udelnya” sendiri masuk ke dalam bidang-bidang itu (kesenian dan kebebasan berekspresi) dan memaksakan sendiri standarnya kepada masyarakat…Agama hendaknya tahu batas-batasnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, bukan rahasia lagi, banyak kaum Muslimin yang mengabaikan ajaran-ajaran al-Quran. Tetapi, selama ini, mereka tetap yakin bahwa al-Quran adalah Kitab Suci. Al-Quran adalah firman Allah SWT. Tindakan mengabaikan ajaran al-Quran adalah munkar. Tetapi, penerbitan buku-buku dan artikel yang meragukan kesucian dan keotentikan al-Quran adalah kemunkaran yang lebih besar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kemunkaran ilmu”  merupakan kemunkaran yang terbesar dalam perspektif Islam. Sebab, jika ilmu salah, maka akan muncul ulama yang salah. Jika ulama salah, maka umara (penguasa) dan umat pun akan salah. Kemunkaran ilmu adalah sumber kesalahan asasi dalam Islam. Ilmu yang salah mengacaukan batas antara al-haq dan al-bathil. Orang yang bathil tidak menemukan jalan untuk bertaubat, sebab dia merasa apa yang dilakukannya adalah tindakan yang baik. Allah SWT berfirman, yang artinya: <em>“Katakanlah, akankah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang  yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini, tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” </em>(QS al-Kahfi:103-104).</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam Majalah Islamia edisi ke-5, 2005, yang membahas tentang “Epistemologi Islam”, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, menguraikan bahaya kekeliruan dan kejahilan dalam ilmu. Menurut konsepsi Islam tentang kejahilan seperti diuraikan Ibn Manzur dalam karyanya, Lisan Al-’Arab, bahwa kejahilan itu terdiri daripada dua jenis. Pertama, kejahilan yang ringan, iaitu kurangnya ilmu tentang apa yang seharusnya diketahui; dan kedua, kejahilan yang berat, yaitu keyakinan salah yang bertentangan dengan fakta ataupun realita, meyakini sesuatu yang berbeda dengan sesuatu itu sendiri, ataupun melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dengan yang seharusnya. Jelaslah bahwa kejahilan dalam kedua-dua konteks di atas adalah penyebab utama terjadinya  kesalahan, kekurangan, atau kejahatan manusia. Kejahilan yang ringan dapat dengan mudah diobati dengan pengajaran biasa ataupun pendidikan, tetapi kejahilan yang berat, sebagaimana, merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dalam pembangunan keilmuan, keagamaan, dan akhlak individu dan masyarakat, sebab kejahilan jenis ini bersumber dari diri rohani yang tidak sempurna, yang dinyatakan dengan sikap penolakan terhadap kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian kutipan ringkas pendapat Prof. Wan Mohd Nor. Kita bisa memahami, kejahilan jenis kedua justru terjadi di kalangan para cendekiawan/ulama. Sebagian mereka sudah menjuluki dirinya ilmuwan (bergelar doktor, profesor, cendekiawan, Kyai Haji dan sebagainya). Tetapi,  ilmu yang mereka punyai dan mereka sebarkan ke tengah masyarakat, adalah ilmu yang keliru. Bisa saja, mereka paham akan hal itu, tetapi karena tidak tahan dengan godaan dunia, mereka menjual kebenaran dengan kesesatan. Bisa juga mereka memang tidak paham. Bisa jadi ia seorang profesor bidang sejarah atau politik, tetapi karena posisinya sebagai tokoh Islam, maka ia merasa tahu tentang Islam dan menulis atau berbicara semaunya tentang Islam, meskipun dia sebenarnya tidak memahami ’ulumuddin’ dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejahilan di kalangan cendekiawan ini tidak mudah diobati. Di zaman Nabi Muhammad saw, tantangan keras terhadap misi kenabian justru datang dari para bangsawan dan cerdik pandai. Mereka pandai berhujjah dan memutarbalikkan fakta kebenaran, sehingga mampu mempengaruhi masyarakat luas. Ketika hujjah mereka sudah dipatahkan, mereka pun enggan mengikuti kebenaran, karena berbagai kepentingan duniawi. Tidak ada niat sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, karena memang niat awalnya untuk mengacau kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemunkaran ilmu membutuhkan pemahaman yang agak rumit. Para ulama kita dulu – disamping menguasai dengan baik ajaran-ajaran Islam – juga menguasai dengan baik-baik paham-paham atau ilmu-ilmu yang munkar. Mereka bukan saja menulis tentang Islam, tetapi juga menulis apa yang membahayakan atau menyerang Islam. Karena memang antara haq dan bathil akan selalu terjadi konfrontasi. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah, misalnya, disamping menulis ratusan kitab di bidang aqidah, syariah, dan akhlaq, beliau juga menulis tentang hal-hal yang bertentangan dengan Islam. Beliau menulis kitab yang sangat tebal berjudul ”Al-Jawab al-Shahih liman Baddala Din al-Masih” (Jawaban yang Benar terhadap Orang Yang Mengubah Agama al-Masih). Pemahaman beliau tentang masalah Kristen sangat mendalam. Di masa lalu, para ulama kita mempelajari dengan sangat mendalam paham-paham yang berkembang ketika itu. Imam Syahrastani menulis Kitab yang sangat fenomenal hingga saat ini, yaitu ”al-Milal wal-Nihal”, yang diakui sebagai Kitab perbandingan agama pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, di tengah-tengah era globalisasi dan hegemoni peradaban Barat saat ini, seyogyanya para ulama dan cendekiawan Muslim juga memahami paham-paham yang berasal dari Barat yang kini menghegemoni pemikiran umat manusia, termasuk dalam bidang studi Islam. Paham dan pemikiran Pluralisme Agama, relativisme, sofisme, hermeneutika, sekularisme, liberalisme, dan sebagainya, kini telah diajarkan dan disebarkan oleh para tokoh dan lembaga-lembaga pendidikan Islam sendiri. Sementara itu, begitu banyak kalangan cendekiawan Muslim atau ulamanya yang tidak dapat melakukan respon yang tepat, karena tidak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hingga saat ini, misalnya, belum ada satu pun organisasi Islam di Indonesia yang secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tentang paham Pluralisme Agama. Padahal, Vatikan saja, pada tahun 2000, sudah mengeluarkan dekrit ’Dominus Jesus’ yang secara menolak paham Pluralisme Agama itu. Sebab, paham ini sejatinya memang menghancurkan agama-agama yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat ketidaktahuan terhadap hakikat ’kemunkaran’ yang terjadi,  bisa muncul respon-respon yang tidak adil. Sebagian kalangan muslim melihat masalah politik sebagai problema utama umat, sehingga berjuang mati-matian untuk menggolkan tujuannya. Milyaran rupiah dana dikurcurkan untuk perjuangan ini. Seorang calon walikota di Jawa Barat dari partai Islam, memerlukan dana sekitar Rp 4 milyar untuk biaya kampanyenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kaum Muslim mau mengeluarkan dana sebesar itu untuk mencetak ulama yang unggul, membuat TV Islam, radio Islam, atau membangun institusi penelitian Islam yang berkualitas? Kaum Muslim marah ketika mendengar berita al-Quran dilelecehkan di Guantanamo, tetapi tenang-tenang saja, ketika di Indonesia sendiri muncul buku-buku atau artikel yang menghujat al-Quran. Banyak cendekiawan Muslim yang tidak merasa perlu untuk mengkaji masalah ini dengan serius, dengan mengumpulkan semua literatur yang berkaitan dengan studi al-Quran. Malah, bukan tidak sedikit, organisasi Islam yang membiarkan tokoh-tokohnya menyebarkan pemikiran yang keliru tentang Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak organisasi Islam yang sibuk luar biasa menjelang acara pemilihan presiden, tetapi bungkam saja ketika berbagai kemunkaran besar berseliweran. Aktivitas dan perilaku adalah cermian dari cara berpikir. Jika cara berpikir keliru, maka tindakan yang muncul juga akan keliru. Karena itu, sudah saatnya, kita semua, tokoh-tokoh umat, organisasi Islam, lembaga pendidikan Islam, merumuskan kembali tantangan dan strategi dakwah di ”zaman baru” ini. Zaman yang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Zaman dimana orang-orang yang diamanahi menjaga Islam  (ulama) justru banyak diantara mereka yang menyerang Islam. Zaman dimana dari lembaga-lembaga perguruan tinggi Islam, justru muncul orang-orang yang bekerja untuk merobohkan Islam. Zaman dimana orang-orang yang belajar dan mengajar ushuluddin (dasar-dasar agama), banyak diantaranya yang justru mengajarkan ilmu-ilmu yang meragukan kebenaran Islam. Zaman dimana begitu banyak yang belajar syariah tetapi justru akhirnya anti-pati terhadap syariah.</p>
<p style="text-align: justify;">Zaman seperti ini benar-benar zaman baru. Para tokoh dan organisasi-organisasi Islam seharusnya sadar akan hal ini. Dan kemudian berusaha sekuat tenaga mencegah agar ’penyakit’ ini tidak semakin meluas dan memakan korban. Tanpa pemahaman yang benar dan memadai tentang ”hakikat al-munkar” dewasa ini, maka akan sulit umat Islam menerapkan konsep keadilan dalam menjalankan ’amar ma’ruf nahi munkar’. Wallahu a’lam.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Oleh :Herry Nurdi</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1798:kemunkaran-ilmu&amp;catid=45:tafakur&amp;Itemid=163">Sabili.or.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/kemungkaran-ilmu.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolam Renang Oevang Oeray</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/258.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/258.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 10:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outing class]]></category>
		<category><![CDATA[kolam renang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/258.html/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari&#8230; Saat mentari masih tersipu malu menyapa bumi khatulistiwa, tawa –tawa riang dari tubuh-tubuh kecil telah menghiasi lokasi kolam renang Oevang Oeray Pontianak. Tak ada muka yang tertunduk, tak ada wajah yang tertekuk. Semuanya tampak melebarkan senyumnya bahkan hingga gigi-gigi yang menghitam tampak seutuhnya. Hmmm&#8230; Begitulah&#8230; Anak-anak SDIT Al-Karima terlihat sangat bahagia. Ada beragam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pagi hari&#8230; Saat mentari masih  tersipu malu menyapa bumi khatulistiwa, tawa –tawa riang dari tubuh-tubuh kecil telah menghiasi lokasi kolam renang Oevang Oeray Pontianak. Tak ada muka yang tertunduk, tak ada wajah yang tertekuk. Semuanya tampak melebarkan senyumnya bahkan hingga gigi-gigi yang menghitam tampak seutuhnya. Hmmm&#8230; Begitulah&#8230; Anak-anak SDIT Al-Karima terlihat sangat bahagia. Ada beragam ekspresi riang di sana. Lepas dan tanpa beban. Wajah-wajah mereka mengisyaratkan satu pesan :</p>
<p style="text-align: justify;">”inilah nirwanaku”&#8230; It’s time outing class. It is very fun. Outing Class is fun. We are fun. ?</p>
<p style="text-align: justify;">Air. Sesuatu yang selalu menghidupkan, seolah melambai-lambai tanpa henti, memanggil semua pengunjung untuk segera bercengkerama bersamanya : merenanginya hingga  tubuh tergelayuti rasa lelah. Begitulah&#8230; sejak memasuki pintu gerbang depan kolam renang, hampir semua kurcaci-kurcaci al-karima tak lagi bersabar untuk segera membasahi dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Eitss&#8230; Jangan salah bukan hanya anak-anak saja yang terlihat begitu bahagia. Luapan ekspresi bahagia juga menghinggapi ”laskar pelangi” al-karima. Mereka adalah 7 orang pendidik yang selalu setia membimbing dan membersamai anak-anak di sekolah kami. Hari  itu, semuanya menjadi ”lebih hidup”. Senyum selalu mengembang dari bibir-bibir yang menguncup sebelumnya. <img src='http://sit-alkarima.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya ada sebuah insiden kecil. Ada aturan yang mengharuskan ’laki-laki’ untuk membuka pakaian mereka harus rela bertelanjang dada, dan menampakkan sebagian auratnya (pusar).</p>
<p style="text-align: justify;">Demi memperjuangkan salah satu nilai  pendidikan  yang  kita emban. Salah seorang guru telah berusaha melobi pengelola kolam renang tersebut, agar anak laki-laki diizinkan menggunakan kaos atau singlet. Namun pihak pengelola enggan  memberikannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/hoteldibandung-kolam-renang-batavia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-264" style="margin: 5px;" title="hoteldibandung-kolam-renang-batavia" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/hoteldibandung-kolam-renang-batavia-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a>Sebagai jalan tengahnya, semua anak laki-laki harus membuka ’atasan’nya dan Pak guru harus tetap mengenakan kostum lengkapnya dan harus rela tak menikmati segarnya setiap jengkal air di kolam itu.:).</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anak laki-laki masih diizinkan membuka sebagian auratnya itu karena usia mereka yang memang belum memasuki tahap baligh. Sehingga ada toleransi untuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm&#8230;syukurnya anak perempuan berikut guru-gurunya diperkenankan berenang dengan kostum lengkapnya : baju plus jilbab dikepalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga 2 jam hampir terlalui, anak-anak masih terlihat enggan meninggalkan aktifitasnya. Hmm&#8230; keceriaan mereka mampu mengalahkan semua kelelahannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena proses pembelajaran berikutnya harus dilanjutkan, akhirnya kami harus meninggalkan kolam renang Oevang oeray menuju masjid raya Mujahidin Pontianak sembari mengantongi kebahagiaan di hati kami.</p>
<p style="text-align: justify;">..</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Rabu, 20 Januari 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/258.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>~ OutBond Ceria ~</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/outbond-ceria.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/outbond-ceria.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 10:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outing class]]></category>
		<category><![CDATA[outbond]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/outbond-ceria.html/</guid>
		<description><![CDATA[Di sini di taman gita nanda, di sini pasti aku tambah senang!! Ikut outbond ini dengan hati senang dan gembira!! Dengan basmallah diakhiri hamdalah, pastilah Allah akan bersama kita Jangan lupa teman jaga sikap dan kebersihan. Hip&#8230;hip..hip&#8230;hip..hip&#8230;hip&#8230;hip..hip..hura! Sabtu pagi saat jarum jam baru saja bergeser dari angka 6, suasana taman Gita Nanda yang biasanya lengang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sini di taman gita nanda, di sini pasti aku tambah senang!!<br />
Ikut outbond ini dengan hati senang dan gembira!!<br />
Dengan basmallah diakhiri hamdalah, pastilah Allah akan bersama kita<br />
Jangan lupa teman jaga sikap dan kebersihan.<br />
Hip&#8230;hip..hip&#8230;hip..hip&#8230;hip&#8230;hip..hip..hura!</p>
<p><a href="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/rapeling.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-262" style="margin: 5px;" title="rapeling" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/rapeling-225x300.jpg" alt="" width="161" height="214" /></a>Sabtu pagi saat jarum jam baru saja bergeser dari angka 6, suasana taman Gita Nanda yang biasanya lengang, saat itu terlihat ramai. Satu persatu anak-anak SIT ALKARIMA tiba di lokasi bersama para orangtua mereka. Seperti biasanya para orangtua hanya sekedar menghantarkan mereka dan lalu datang kembali pada waktu yang telah ditentukan untuk menjemput mereka.</p>
<p>Anak-anak tiba dengan wajah yang lebih ceria dari hari biasanya, juga dengan semangat  yang begitu menghidupkan. Begitulah anak-anak, selalu saja terlihat begitu ”riang” saat jadwal outing class tiba. Dan outing class kali ini berbeda dengan outing sebelumnya. Biasanya outing class dilaksanakan di sela-sela jam pembelajaran di sekolah. Tapi spesial outing class bulan ini dilaksanakan di hari libur sekolah. Karena outing yang biasa dilakukan adalah kunjungan ke berbagai tempat yang memiliki nilai edukasi terhadap anak. Sementara kala ini outing class diadakan dalam bentuk permainan-permainan edukatif yang menantang dalam serangkaian kegiatan yang bernama outbond.  Bermain di alam terbuka yang cukup teduh?? Siapa yang nggak senang? Jangankan anak-anak, guru-guru sebagai individu dewasa sekalipun akan merasakan hal yang sama ?.</p>
<p>Tepat menjelang pukul 07.00 wib, semua anak-anak sudah berkumpul di halaman utama. Sebelum outbond dimulai mereka melakukan senam ringan sebagai pemanasan awal serta mendapatkan pengarahan secara teknis tentang detail kegiatan outbond yang akan mereka lalui. Di sela-sela pengarahan berulang kali terdengar lengkingan heroik, pasword outbond tersebut :  “al-’aqlussalim fil-jismissalim”  (akal sehat ada pada raga yang sehat). Yupsss&#8230;kalimat itu memang menjadi tema besar outbond kali ini. Masing-masing anak dikelompokkan dalam tim-tim kecil karena outbond ini bersifat kompetitif antar tim.<br />
Berbagai game digelar pada kelima pos yang telah disediakan. Games tersebut yaitu : terowongan listrik, leadblind, harta Qarun hunting, penambang ulung, air mancur gadungan, loncat tali, kereta balon, mobil sarung, paku menari dan estafet karet. Hampir semua games membutuhkan kerjasama dalam tim. Dengannya anak-anak dipicu untuk menjadi pribadi yang senantiasa mampu bekerjasama dan ringan hati untuk menolong sesamanya.<br />
Sepanjang outbond, tawa-tawa riang menghiasi wajah-wajah mungil mereka. Tak ada muka yang tertekuk, tak juga ada keluh kesah. Aneka ekspresi ’bahagia’ senantiasa membersamai mereka pada setiap game yang dilaluinya. Lepas dan tanpa beban. Meski harus berpeluh keringat, meski lelah menghinggapi semua anggota gerak mereka, meski seragam olahraga telah menghitam dan kuyub ?. Hmmm&#8230;Subhanallah deh anak-anak. Nggak ada capeknya.<br />
Outbond ini diakhiri dengan  penyerahan “mendali” penghargaan  pemberian  8 kalung predikat  rasa : enak, sangat manis, manis, tawar, sangat masam, asam, asin, sangat asin. Semua tim dianugrahi “piala citra” atau lebih tepatnya hadiah super sederhana sekali (maksudnya :  sekali makan langsung habis ?).<br />
Hmmm&#8230;semuanya senang, semuanya riang. Happy ending&#8230;Alhamdulillah.</p>
<p>Sabtu, 20 Februari 2010<br />
@ Taman Gita Nanda<br />
.</p>
<p><a href="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/ssarung.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-256" title="ssarung" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/05/ssarung-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/outbond-ceria.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>~ Ketika Anak Menjaga Pandangan ~</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/ketika-anak-menjaga-pandangan.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/ketika-anak-menjaga-pandangan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 11:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Kala dhuha di sebuah saung yang kecil dan sederhana, sebuah ruangan tanpa dinding berukuran 3 x 3 meter. Tempat dimana 8 orang anak-anak kelas 2 SDIT Al-Karima Pontianak menepekuri waktu demi waktu, menikmati proses pembelajaran yang akan mendewasakan akal, jiwa dan hati mereka.  Saat itu, sebagaimana hari-hari  biasanya, saya sedang membimbing anak-anak menyelesaikan latihan soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/03/album-67899-m.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-252" style="margin: 5px;" title="album-67899-m" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2010/03/album-67899-m.jpg" alt="" width="250" height="232" /></a>Kala dhuha di sebuah saung yang kecil dan sederhana, sebuah ruangan tanpa dinding berukuran 3 x 3 meter. Tempat dimana 8 orang anak-anak kelas 2 SDIT Al-Karima Pontianak menepekuri waktu demi waktu, menikmati proses pembelajaran yang akan mendewasakan akal, jiwa dan hati mereka.  Saat itu, sebagaimana hari-hari  biasanya, saya sedang membimbing anak-anak menyelesaikan latihan soal yang saya berikan sebagai bentuk evaluasi atas materi pembelajaran yang telah saya sampaikan.</p>
<p>Tiba-tiba Fadhil kecil saya meneriakkan suaranya : ”  <em>ibu&#8230;..!!, Nada auratnya kelihatan&#8230;!</em>!”, sembari memejamkan mata dan menutupi mata dengan kedua tangannya. Teriakan itu lalu segera diikuti oleh teriakan ikhwan-ikhwan kecil lainnya : <em>”Iya Bu&#8230;, rambut Nada keliatan”</em>, gerakan tutup mata pun serempak menghiasi ikhwan-ikhwan kecil itu.   Lalu dengan  senyum yang tersipu, muslimah kecil  yang ada di hadapan saya segera merapikan jilbabnya dan memasukkan satu demi satu helaian rambutnya yang saling berlomba keluar dari jilbabnya yang seringkali lebih longgar dari wajah kuningnya yang mungil.</p>
<p>”<em>Udah&#8230;., udah nggak keliatan lagi nih..!!</em>”  Nada segera mengumandangkan info ter<em>update</em>nya setelah selesai membenahi jilbabnya. Ikhwan-ikhwan kecil saya pun kompak menghentikan gerakan tutup matanya. Lalu sambil menatap ke arah Nada, dengan bijaknya fadhil kecil saya memberikan sebuah nasehat untuknya : ”<em>Nada rambutnya masih sering kelihatan, besok-besok jangan lagi lah.”</em></p>
<p>Subhanallah !!. Demi menyaksikan anak-anak dengan sikapnya tadi saya hanya tersenyum, tanpa perlu melibatkan lebih banyak kata.  Ada rasa bahagia dan haru yang tiba-tiba menyelusup ke relung-relung jiwa. Bersyukur, anak-anak diusianya yang masih muda telah belajar dan berusaha untuk menjaga matanya.</p>
<p>Itu bukan kali pertamanya fadhil begitu semangat menjaga matanya. Sepekan sebelumnya ketika kami belajar di lapangan footsal, ia juga melakukan yang sama. Saat kami sedang asyik duduk melingkar sembari membahas pelajaran sains. Tiba-tiba fadhil juga menutupkan kedua tangannya ke matanya, sambil berteriak : <em>”Ibu&#8230;auratnya nampak tuh”. </em>Saya dan anak-anak lainnya pun segera melemparkan pandangan ke sekeliling kami. Ternyata jauh di depan fadhil ada seorang ibu beserta seorang anaknya yang sedang mandi di sungai kecil, tepat berada di depan footsal kami. Sebagaimana orang lain, sang ibu tadi hanya menggunakan selembar kain, yang tentu saja dengan telanjang kepala, tangan dan kaki.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>”Oh</em>..<em>iya Nak. Yang lagi mandi itu yah Nak?</em> <em>mungkin mereka bukan muslim jadi nggak tau batasan-batasan auratnya</em>,<em> jika begitu fadhil nggak usah lihat ke arah sana lagi ya?!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>”mmm&#8230;iya Bu&#8230;”</em></p>
<p>Fadhil lalu bersegera membuka kembali matanya dan pembelajaran pun dimulai kembali.</p>
<p>Masih di tempat yang sama, saat fadhil telah menyelesaikan tugasnya, Ia saya izinkan bermain di lapangan footsal itu bersama beberapa temannya yang juga telah menyelesaikan latihan-latihan soal. Sementara saya masih duduk mendampingi dan membimbing beberapa anak-anak yang belum selesai. Fadhil dan teman-temannya berlari-lari di sisi yang jauh dari saya, agar tak mengganggu konsentrasi temannya yang masih asyik menulis.</p>
<p>Beberapa menit berlalu, saya kembali mendengar teriakan Fadhil. <em>”Ibu&#8230;.!! Ibu&#8230;.!!</em>”. Fadhil tampak berlari-lari ke arah  saya sembari menutup matanya dengan jari-jari tangannya yang renggang, sehingga saya masih bisa melihat bola matanya yang terbuka di antara jari-jari tangannya yang mungil. Tepat di belakangnya gadis kecil yang berusia 4 tahunan dengan rambut panjangnya yang terurai dan gaun <em>”you can see” </em>yang anggun berlari-lari mengejarnya. Gadis kecil itu adalah Shinta adiknya Yusril. Yusril adalah temannya sekelasnya Fadhil. Karena rumahnya yang dekat dengan lokasi kami belajar, Shinta pun seringkali mengunjungi kami. Sekedar melihat abangnya belajar atau juga ikut melibatkan diri ketika ada kesempatan bermain bersama, seperti saat itu.</p>
<p>Awalnya saya hanya tersenyum  menatap kedua anak itu. Fadhil dan Shinta yang terus berkejar-kejaran. Tapi, demi melihat Fadhil yang begitu, saya segera menghampiri Shinta, memberi  sedikit pengertian.  Lalu dengan halus  dan penuh kehati-hatian saya memintanya untuk segera pulang ke rumah. Shinta menggangguk dan segera beranjak menuju rumahnya. Setelah Shinta berlalu, Fadhil pun melepaskan kedua tangannya yang sejak tadi menggantungkan di depan matannya.</p>
<p>Sungguh, akhir-akhir ini fadhil begitu semangat menjaga matanya. Ia begitu sering mengingatkan teman-temannya. Melalui Fadhil, Dia kembali mengingatkan saya. Telah banyak nikmat penglihatan yang saya lewatkan begitu saja, tanpa pemaknaan, tanpa hati. Telah banyak nikmat penglihatan yang justru membutakan hati. Astagfirullah. Kini melalui Fadhil, saya kembali belajar menjaga pandangan.</p>
<p><em>”Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. ”(Qs. As Sajdah : 9)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Medio Februari, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/ketika-anak-menjaga-pandangan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar si Kecil Sholeh ..</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/agar-si-kecil-sholeh.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/agar-si-kecil-sholeh.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 11:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Ayah dan Bunda yang tercinta berikut ini ada  beberapa kiat mendidik anak sholeh, hasil resensi dari majalah Nakita, semoga bermanfaat yah. Kiat Mendidik Anak Sholeh : Ayah dan Bunda perlu membuat planning/rencana berupa cita-cita tentang anak seperti apa yang ingin dididik, misalnya membuat tabel yang berisi indikasi akal, jasad, hati dan pencapaiannya. Ayah dan Bunda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayah dan Bunda yang tercinta berikut ini ada  beberapa kiat mendidik anak sholeh, hasil resensi dari majalah Nakita, semoga bermanfaat yah.</p>
<p>Kiat Mendidik Anak Sholeh :</p>
<ol>
<li>Ayah      dan Bunda perlu membuat planning/rencana berupa cita-cita tentang anak      seperti apa yang ingin dididik, misalnya membuat tabel yang berisi indikasi      akal, jasad, hati dan pencapaiannya.</li>
<li>Ayah dan      Bunda perlu mempelajari metode-metode yang efektif untuk mencapai planning      (mengacu  pada rencana yang dibuat      pada poin 1). Misalnya kapan yang tepat mengajarkan anak naik sepeda atau      belajar berenang, dan bagaimana tahapan-tahapan mengajar pada anak.      Bagaimana mengenalkan Allah dan kapan saat yang tepat untuk menyampaikan      pada anak dan sebagainya.</li>
<li>Mempraktekkan      pendidikan anak sejak dalam kandungan. Sejak bayi lahir, pendengaran anak      sudah berfungsi dengan  optimal      (golden age) yang berkisar antara 0-5 tahun menjadi saat yang tepat untuk      menanamkan pendidikan pada anak. Metode yang bisa dipakai adalah      senantiasa berbicara pada anak, menumbuhkan sugesti positif dan menjadi      teladan bagi anak.</li>
<li>Ayah dan      Bunda perlu mengembangkan kreatifitas dalam memilih metode mendidik anak.      Misalnya mengajarkan anak istilah-istilah keislaman dalam bentuk games.      Atau memanfaatkan kertas bekas untuk dibuat kartu baca saat mengajarkan      anak membaca.</li>
<li>Pentingnya      kerjasama antara ayah dan ibu dalam mendidik anak sholeh. Oleh karena itu      penting bagi orangtua yang belum memiliki anak agar mendiskusikan dengan      suami atau istri tentang bagaimana mendidik anak. Semakin dini calon      orangtua dapat mempersiapkan diri menjadi orangtua  yang baik, semakin baik pula kualitas      pendidikan bagi anak.</li>
</ol>
<p>Pontianak,  Januari 2010</p>
<p>Spesial buat Ayah dan Bunda baru, Bu Hendri dan  Pak Imam</p>
<p>Selamat atas kehadiran si kecil ”Aisyah Husna ”&#8230;:)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/agar-si-kecil-sholeh.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjaga “Sayang” di Hatinya</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/menjaga-%e2%80%9csayang%e2%80%9d-di-hatinya-2.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/menjaga-%e2%80%9csayang%e2%80%9d-di-hatinya-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 10:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasanya, setiap sore Dinda selalu asyik menaiki sepeda barunya, mengelilingi halaman  rumahnya yang sangat luas dan diteduhi pepohonan : Rambutan dan mangga. Brukkkk!!!!, Tiba-tiba Dinda dan sepeda mungilnya terjatuh di halaman. Roda sepeda depannya menabrak batu kecil. ”Hua&#8230;aaa..Bunda&#8230;.sakit..!!”, Dinda menangis kesakitan, kedua tangannya memeluk lutut kanannya, ada goresan luka di lutut kanannya. Mendengar  tangisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasanya, setiap sore Dinda selalu asyik menaiki sepeda barunya, mengelilingi halaman  rumahnya yang sangat luas dan diteduhi pepohonan : Rambutan dan mangga.</p>
<p>Brukkkk!!!!, Tiba-tiba Dinda dan sepeda mungilnya terjatuh di halaman. Roda sepeda depannya menabrak batu kecil.</p>
<p><em>”Hua&#8230;aaa..Bunda&#8230;.sakit..!!”,</em> Dinda menangis kesakitan, kedua tangannya memeluk lutut kanannya, ada goresan luka di lutut kanannya.</p>
<p>Mendengar  tangisan Dinda, sang Bunda segera menghampirinya.</p>
<p><em>”Sakit Nak?”</em></p>
<p>matanya menatap  Dinda dengan penuh iba sembari mengusap kepala Dinda.</p>
<p><em>”Lutut Dinda sakit Bun&#8230;pediiiiiih</em>”</p>
<p>Dinda tetap menangis, sesekali ia meringis menahan sakit lukanya.</p>
<p><em>” Masya Allah, kasihan anak Bunda, yang sabar yah Nak. Yuuk kita naik ke rumah, Bunda obati lukanya.”</em></p>
<p>Sang Bunda kemudian membersihkan dan mengobati luka Dinda dengan penuh kelembutan, tak sedikitpun kata-kata celaan untuk Dinda, dan tak sama sekali memarahinya. Sesuatu yang sangat jarang dilakukan seorang ibu pada umumnya. Biasanya dalam keadaan panik seorang ibu justru mengedepankan emosinya daripada empati hatinya. Sehingga justru membuat perasaan anak tidak nyaman dan justru lebih lama menangis.</p>
<p><em>” Udahan yah Nak nangisnya, InsyaAllah lukanya segera sembuh. Besok mainnya lebih hati-hati aja yah.”</em></p>
<p>Bunda menasehati Dinda, dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.</p>
<p><em>” Iya deh Bun. Trimakasih Bunda.”</em></p>
<p>Dinda membalas senyum bunda, meski tangisnya baru saja reda.</p>
<p>***************************************************</p>
<p><em>”Bunda&#8230;., Dinda lagi nggak teguran sama Alif ”</em></p>
<p><em>” Loh, memang kenapa sayang?” </em>tanya<em> </em>Bunda sembari  menatap wajah dinda yang cemberut menahan kesal.<em></em></p>
<p><em>” Tadi Alif menumpahkan air minum Dinda, jadinya buku gambar Dinda basah deh Bun.”</em> jawab Dinda dengan wajahnya yang masih masam.</p>
<p>” <em>Oooh&#8230;, banyak yang basah</em>?”</p>
<p>” <em>Sedikit aja sih Bun, tapi kan buku Dinda jadi jelek kelihatannya.”</em></p>
<p>Wanita yang dipenuhi rasa sayang itu, kini membelai rambut Dinda, sambil berusaha menyelami samudra ’rasa’ sang buah hatinya.</p>
<p>”<em>Bunda tau perasaan Dinda sekarang, tapi Bunda yakin pasti Alif tidak sengaja melakukannya. Sama seperti Dinda tempo hari. Dinda tidak sengaja menumpahkan segelas susu di sofa kita bukan?? Apakah saat itu Bunda marah dan membenci Dinda?</em> <em>Nggak kan Nak? ”</em> Bunda mencoba memberi pengertian.</p>
<p>Dinda hanya mengangguk, diam. Sepertinya ia mengerti dan menerima sepenuhnya apa yang telah dijelaskan Bundanya.</p>
<p><em>” Jika begitu, Dinda harus bisa memaafkan Alif  yah Nak. Jadilah anak Bunda yang mudah memaafkan dan mudah meminta maaf.”</em></p>
<p>Dinda kembali menggangguk, kali ini dengan wajah yang dihiasi senyuman.:)</p>
<p>***********************************************************</p>
<p>&#8220;Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.&#8221; Bila orang tua gagal mengungkapkan rasa sayang pada anak-anaknya, anak-anak tersebut tak akan mampu menyatakan sayangnya kepada orang lain.  (Dorothy Law Nolte)</p>
<p>Awal Maret 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/menjaga-%e2%80%9csayang%e2%80%9d-di-hatinya-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aloe Vera Center</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/aloe-vera-center.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/aloe-vera-center.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outing class]]></category>
		<category><![CDATA[aloe vera center]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan hari-hari biasanya, pagi itu Jam dinding baru akan menuju ke angka delapan, tapi Anak-anak SDIT Al-Karima sudah menyelesaikan sholat dhuhanya. Sejenak kemudian mereka sudah menyiapkan diri di halaman sekolah, menunggu bis jemputan yang akan membawa mereka ke Aloe Vera Center Pontianak. Hari-hari seperti ini anak-anak memang selalu terlihat lebih semangat dari hari-hari biasanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-223" style="margin: 5px;" title="Al Karima on Aloe Vera Center (AVC)" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2009/12/dsc008441-300x225.jpg" alt="Al Karima on Aloe Vera Center (AVC)" width="163" height="123" />Berbeda dengan hari-hari biasanya, pagi itu Jam dinding baru akan menuju ke angka delapan, tapi Anak-anak SDIT Al-Karima sudah menyelesaikan sholat dhuhanya. Sejenak kemudian mereka sudah menyiapkan diri di halaman sekolah, menunggu bis jemputan yang akan membawa mereka ke Aloe Vera Center Pontianak. Hari-hari seperti ini anak-anak memang selalu terlihat lebih semangat dari hari-hari biasanya. Outing Class (OC) yang dijadwalkan satu kali dalam sebulan, menjadi hari istimewa yang sangat dinanti-nantikan hadirnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-222"></span>Bis yang dinantikan tiba, semua peserta OC segera memenuhinya. Seluruh anak-anak (31 orang) beserta 6 orang guru SDIT Al-Karima siap menempuh perjalanan dengan semangat yang tak kalah heroiknya dengan semangat pejuang Tahun 45. Bis terlihat penuh dan sesak, tapi kondisi tersebut tak sama sekali mengurangi kebahagian mereka. Tawa-tawa riang selalu saja menghiasi wajah-wajah mungil sepanjang perjalanan. Setelah 30 menit berlalu, rombongan pun tiba di halaman Aloe vera center Pontianak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran kami disambut oleh semua bapak dan ibu yang yang bekerja di instansi tersebut. Lalu kami dipersilahkan masuk ke salah satu ruangan yang merupakan ruangan khusus untuk pemutaran video tentang budidaya tanaman lidah buaya. Setiap tamu yang berkunjung harus menonton video tersebut sebelum akhirnya mengunjungi kebun tanaman lidah buaya yang sesungguhnya. Anak-anak menonton video yang berdurasi sekitar 25 menit tersebut dengan sangat antusias. Karena video tersebut memenuhi keingintahuan mereka tentang proses penanaman, pemeliharan, pemanenan, pengelolaan serta pemanfaatan tanaman lidah buaya yang menjadi tanaman unggulan khas Kalimantan Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya kami di pandu oleh 2 orang  pemandu yang kemudian membawa kami ke ruangan lidah buaya outlet. Di ruangan tersebut tersedia semua produk-produk yang berbahan dasar tanaman lidah buaya. Mulai dari minuman, makanan hingga produk-produk kosmetik lainnya. Semua produk siap jual tersebut di tata dengan sangat apik dan menarik. Dan sudah pasti produk makanan dan minuman, yang sangat diminati oleh semua anak-anak menjadi objek yang paling banyak diserbu. Hampir semua anak-anak membeli minuman lidah buaya, karena harganya relatif murah dan terjangkau. Tak terkecuali para guru, beberapa di antaranya juga membeli berbagai produk makanan sebagai oleh-oleh untuk keluarganya. Hmmm&#8230;..laris maniss!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas menikmati hasil olahan tanaman lidah buaya, anak-anak dipandu untuk melihat-lihat tanaman lidah buaya di kebun yang cukup luas. Di sana mereka bisa melihat secara langsung, mulai dari tanaman lidah buaya yang paling kecil hingga yang siap untuk di panen. Tapi, namanya  anak-anak setiap kali menemukan ruang di alam nan luas, hampir pasti mereka lebih bebas berekspresi : meluapkan emosi kekanak-kanakannya. Berlarian penuh riang sembari tetap mengamati tanaman lidah buaya di sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, time is over. Menjelang pukul sebelas siang semua peserta OC perpamitan dengan kedua bapak pemandu. Dan Alhamdulillah kami mendapat oleh-oleh dua buah nangka muda. Katanya buat nyanyur ibu-ibu gurunya. He..he..Thanks a lot, sir.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tepat pukul sebelas, bis meninggalkan halaman Aloe vera center. Kami pulang dengan mengantongi sekian banyak ilmu dan 2 buah nangka muda. <img src='http://sit-alkarima.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/aloe-vera-center.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Kota Pontianak</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/perpustakaan-kota-pontianak.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/perpustakaan-kota-pontianak.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 06:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agustriningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outing class]]></category>
		<category><![CDATA[outingclass]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari, Rabu 11 November 2009, suasana ruang baca perpustakaan kota Pontianak, mendadak ramai. Lengkingan  komitmen diri dan yel-yel dari 32 orang siswa SDIT Al-karima terdengar hingga ke luar ruangan, ekspresif dan penuh semangat! Selalu!. Hari itu, adalah jadwal outing kelas kami. Anak-anak telah hadir di sana sejak pukul 07.30 wib, tanpa harus ke sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-216 alignright" style="margin: 5px;" title="Al Karima di Perpustakaan Kota Pontianak" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2009/12/cimg2888-300x225.jpg" alt="Al Karima di Perpustakaan Kota Pontianak" width="184" height="139" />Pagi hari, Rabu 11 November 2009, suasana ruang baca perpustakaan kota Pontianak, mendadak ramai. Lengkingan  komitmen diri dan yel-yel dari 32 orang siswa SDIT Al-karima terdengar hingga ke luar ruangan, ekspresif dan penuh semangat! Selalu!. Hari itu, adalah jadwal outing kelas kami. Anak-anak telah hadir di sana sejak pukul 07.30 wib, tanpa harus ke sekolah terlebih dahulu.  Mereka berangkat dari rumah dan dihantar oleh orang tuanya masing-masing. Perpustakaan kota Pontianak memang menjadi salah satu tempat yang rutin dikunjungi dalam program outing kelas kami.  Kali ini adalah kali kedua kunjungan kami. Dengan kunjungan yang rutin dan berkala, diharapkan dapat memicu minat baca dan kecintaan  anak-anak terhadap buku sebagai jendela dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-215"></span>Sejatinya kegiatan outing pagi itu akan diawali dengan pemutaran film pendidikan yang akan dipandu oleh beberapa pustakawan. Tetapi, karna padamnya aliran listrik, acara pemutaran terpaksa harus dicancel. Pembatalan tersebut tak sama sekali mengurangi kualitas outing kali ini. Justru anak-anak lebih punya banyak waktu untuk mengekssplorasi bacaan-bacaan yang mereka sukai.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar situasi lebih kondusif dan tetap meyenangkan, masing-masing kelas didampingi oleh seorang guru untuk mengarahkan jenis bacaan mana yang mereka akan mereka nikmati. Karena hampir semua kategori buku anak-anak menarik perhatian mereka dan tentu saja tak semua buku yang menarik menjadi layak untuk mereka baca.<br />
Seorang guru sempat menemukan buku yang berpotensi merusak akidah anak-anak. Buku tersebut yang bertemakan ”magic”.  Cover buku tersebut terdesain sangat menarik, pada cover depan tertulis : wajib baca!!.  Salah seorang anak bahkan sempat membaca beberapa halaman buku tersebut, sebelum akhirnya tidak diperkenankan oleh guru pendampingnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak tampak antusias memilah-milah buku bacaan. Semua buku memiliki tampilan yang menarik. Sebagian anak lebih memilih buku-buku yang membahas tentang alam dan lingkungan hidup, sebagian diantaranya tertarik dengan buku dongeng dan cerita, sebagian lagi  lebih tertarik buku-buku ketrampilan.    Ada yang hanya fokus pada satu buku, membaca hingga usai. Ada yang berganti-ganti buku tanpa menyelesaikan buku sebelumnya. Ada yang hanya sibuk membolak-balikkan halaman karena hanya fokus pada gambar yang menarik perhatiannya. Hmm&#8230;begitulah berbagai pola baca anak-anak SDIT Al-Karima.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela aktifitas membaca kami, beberapa saat pimpinan perpuskot menyapa<img class="alignright size-medium wp-image-217" style="margin: 5px;" title="Guru dan siswa di Perpustakaan Kota Pontianak" src="http://www.sit-alkarima.com/wp-content/uploads/2009/12/cimg2911-300x225.jpg" alt="Guru dan siswa di Perpustakaan Kota Pontianak" width="207" height="155" /> dan berkenalan langsung dengan Kepsek dan semua guru-guru yang hadir. Beliau menyatakan senang sekali atas kesediaan kami mengunjungi dan meramaikan susana ruang baca PerpusKot pagi itu. Menurutnya outing classs yang kami selenggarakan di perpustakaan ini merupakan gagasan yang inspiratif dan kreatif. Beliau sangat mensupport kegiatan ini dan berharap kunjungan tersebut tetap bisa dilanjutkan secara terus-menerus. Salah satu bentuk supportnya adalah dengan mengizinkan sekolah kami meminjam buku dalam jumlah banyak dengan sirkulasi sepekan sekali secara periodik. Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua jam hampir berlalu, anak-anak harus segera menyiapkan diri untuk kembali ke sekolah kami, melanjutkan jam pelajaran berikurnya. Setelah berpose dan berpamitan dengan semua pustakawan, anak-anak segera memasuki 2 buah mobil yang akan membawa mereka pulang ke sekolah.  Mereka pulang dengan serangkaian pengetahuan baru yang mereka intip dari jendela dunia di ruang baca perpustakaan itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/perpustakaan-kota-pontianak.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerimaan Guru Baru</title>
		<link>http://sit-alkarima.com/penerimaan-guru-baru-2.html/</link>
		<comments>http://sit-alkarima.com/penerimaan-guru-baru-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 05:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alkarima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lowongan Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[penerimaan guru baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sit-alkarima.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tahun ajaran 2010, SDIT Al-Karima membuka kesempatan bagi setiap calon guru untuk bersama membangun generasi muslim yang terbaik&#8230; Penerimaan ini dibuka dari sejak informasi ini diterbitkan hingga tanggal 27 Maret 2010. Posisi guru yang dibuka untuk tahun ini adalah : 1 orang guru Bahasa Indonesia 1 orang guru Bahasa Arab 1 orang guru Bahasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memasuki tahun ajaran 2010, SDIT Al-Karima membuka kesempatan bagi setiap calon guru untuk bersama membangun generasi muslim yang terbaik&#8230; Penerimaan ini dibuka dari sejak informasi ini diterbitkan hingga tanggal 27 Maret 2010. Posisi guru yang dibuka untuk tahun ini adalah :</p>
<p>1 orang guru Bahasa Indonesia</p>
<p>1 orang guru Bahasa Arab</p>
<p>1 orang guru Bahasa Inggris</p>
<p>Adapun syarat pendaftaran adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Membuat tulisan yang bertemakan &#8220;Pengalaman Mengajar&#8221;, dengan bahasa bebas dan tulisan tangan. Tulisan dibuat minimal 1 lembar folio.</p>
<p>2. Mengisi CV yang disediakan oleh panitia penerimaan guru baru.</p>
<p>3. Menyerahkan pas foto berwarna 4 x 6, fotokopi KK dan ijazah terakhir (masing-masing 2 lembar).</p>
<p>4. Menyerahkan surat rekomendasi dari murabbi. Adapun surat rekomendasi dapat dibuat sendiri, atau dapat di download disini.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia penerimaan guru baru di 0561-7929555</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sit-alkarima.com/penerimaan-guru-baru-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

